Pemimpin dan Pengasuh

KH. Adrian Mafatihullah Kariem, MA

KH. Adrian Mafatihullah Kariem, MA

Pengasuh Pondok Pesantren La Tansa

KH. Adrian Mafatihullah Kariem, MA lahir di Gintung, Tangerang pada 15 Juni 1973. Beliau merupakan anak kedua dari pendiri Pondok Pesantren La Tansa. Sejak kecil, beliau dibimbing dalam lingkungan pesantren yang disiplin dan berlandaskan nilai-nilai agama. Beliau mengenyam pendidikan dasar di SD Rancaleutik (hingga 1979) dan lulus dari SDN Cikande II (1986). Perjalanan menuntut ilmunya berlanjut ke Pesantren Daar El-Qolam, disusul dengan pendidikan sarjana di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Beliau kemudian meraih gelar Magister dari Universitas Muhammadiyah Jakarta pada tahun 2006. Selama pendidikan tinggi, beliau aktif dalam organisasi dakwah dan kemahasiswaan, termasuk HMI dan Senat Dakwah. Pengalaman ini membekali beliau dalam memimpin dan mengelola pesantren. Saat ini, KH. Adrian Mafatihullah Kariem, MA menjabat sebagai Pengasuh Pondok Pesantren La Tansa dan Daar El Qolam. Beliau juga aktif menulis karya-karya islami seperti *Surabi (Suara Bestari)*, *Lepas dari Lapas Hidup*, dan *Dan Bidadari Surga Pun Cemburu*. Selain itu, beliau rutin menjadi narasumber pada kegiatan pesantren dan sosial, serta aktif mendukung program pendidikan dan dakwah di wilayah Banten dan sekitarnya.
KH. Aan Kurnia, M.M.

KH. Aan Kurnia, M.M.

Pimpinan Pondok Pesantren La Tansa

KH. Aan Kurnia, yang dikenal luas oleh masyarakat sebagai gitaris grup band Wali dan akrab disapa Apoy, lahir di Jakarta pada 8 Maret 1979. Beliau merupakan sosok yang tumbuh dan besar dalam lingkungan pesantren, yang membentuk fondasi religius serta karakter kepemimpinannya sejak masa muda. Beliau merupakan alumni Pondok Pesantren La Tansa yang menempuh pendidikan tinggi hingga meraih gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dedikasi beliau dalam dunia akademik berlanjut hingga menyelesaikan pendidikan pascasarjana dan meraih gelar Magister Manajemen (M.M.) di STIE La Tansa Mashiro, Lebak, Banten. Hingga saat ini, beliau masih aktif berkarya di industri musik sebagai musisi sekaligus penulis lagu. Beliau berhasil menjadikan seni sebagai media dakwah yang sangat efektif, di mana karya-karyanya selalu disisipkan pesan-pesan moral dan nilai islami yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Bagi beliau, musik adalah instrumen syiar untuk mengajak pada kebaikan dengan cara yang kreatif dan modern. Saat ini, KH. Aan Kurnia mengemban amanah sebagai Pimpinan Pondok Pesantren La Tansa. Di sela aktivitasnya sebagai musisi, beliau tetap mendedikasikan waktu sepenuhnya untuk pengasuhan santri dan pengembangan pendidikan, memastikan pesantren tetap menjadi pusat ilmu dan benteng akhlak bagi generasi masa depan.
KH. Fairus Nahidhuddin

KH. Fairus Nahidhuddin

Pimpinan Pondok Pesantren La Tansa

KH. Fairus Nahidhuddin merupakan putra bungsu dari pendiri Pondok Pesantren Daar el-Qolam dan La Tansa, almaghfurlah Drs. KH. Ahmad Rifa’i Arief. Sebagai bagian dari keluarga besar pendiri, beliau telah dibimbing dalam lingkungan pesantren yang disiplin dan penuh dedikasi sejak masa kecilnya. Beliau merupakan sosok generasi penerus yang dipersiapkan untuk menjaga dan melanjutkan estafet perjuangan pendidikan Islam yang telah dirintis oleh ayahanda beliau. Dengan latar belakang pendidikan pesantren yang kuat, beliau memiliki pemahaman mendalam mengenai nilai-nilai perjuangan dan manajerial institusi pendidikan Islam modern. Saat ini, KH. Fairus Nahidhuddin memegang amanah sebagai pimpinan di Pondok Pesantren La Tansa dan Daar el-Qolam. Dalam peran kepemimpinannya, beliau aktif dalam pengasuhan santri serta memastikan keberlangsungan visi besar pesantren untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman akhlak. Dedikasi beliau difokuskan pada pengabdian penuh untuk memajukan lembaga, menjaga warisan nilai-nilai luhur ayahanda, dan memastikan pesantren tetap menjadi pusat syiar Islam yang relevan dengan perkembangan zaman.