Pendiri Pondok

Drs. KH. Ahmad Rifa’i Arief

Drs. KH. Ahmad Rifa’i Arief

Latar Belakang Keluarga

KH. Ahmad Rifa’i Arief lahir pada 30 Desember 1942 sebagai putra sulung dari pasangan H. Qasad Mansyur dan Hj. Hindun Masthufah di Pasir Gintung (sekarang Jayanti), Tangerang.

Beliau dibesarkan dalam keluarga pendidik yang taat beragama, sehingga sejak kecil berada dalam lingkungan ilmu dan pengabdian. Ayahnya merupakan guru agama di Madrasah Ibtidaiyah Masyariqul Anwar yang menjadi tempat awal pendidikan agama beliau.

Pendidikan Pesantren

Setelah menamatkan pendidikan di Madrasah Masyariqul Anwar pada akhir 1950-an, beliau melanjutkan studi ke Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, pada rentang tahun 1958–1965.

Di sana beliau dikenal sebagai santri yang cerdas, fasih berbahasa Arab dan Inggris, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.

Perintisan Lembaga Pendidikan

Dengan bekal ilmu dan pengalaman tersebut, atas dorongan ayahnya, beliau mulai merintis lembaga pendidikan sendiri. Pada 19 Desember 1967, beliau bersama para tokoh masyarakat membahas pendirian pesantren yang menggabungkan sistem pendidikan modern dan tradisional.

Setelah melalui persiapan yang matang, pada 20 Januari 1968 beliau secara resmi mendirikan Pondok Pesantren Daar el-Qolam di Gintung, Tangerang, dengan sistem pendidikan yang memadukan kurikulum pesantren dan pendekatan modern sebagaimana yang beliau pelajari di Gontor.

Pembukaan Lahan dan Berdirinya La Tansa

Seiring berkembangnya Pondok Pesantren Daar el-Qolam, KH. Ahmad Rifa’i Arief mulai merintis perluasan pendidikan ke wilayah Banten Selatan. Pada tahun 1989, beliau membuka dan mempersiapkan lahan di kawasan Parakansantri, Lebak, Banten, sebagai langkah awal pendirian pesantren baru.

Pembukaan lahan ini dilakukan dengan penuh keterbatasan dan perjuangan, sebagai wujud ikhtiar beliau untuk memperluas akses pendidikan pesantren bagi masyarakat.

Setelah melalui proses persiapan lahan, sarana, dan pembinaan masyarakat sekitar, pada 10 Januari 1991 beliau secara resmi mendirikan Pondok Pesantren La Tansa. Pesantren ini diberi nama La Tansa yang bermakna fokus pada akhirat tanpa melupakan kehidupan dunia, mencerminkan visi pendidikan beliau yang seimbang antara iman, ilmu, dan amal.

La Tansa Mashiro dan Pengembangan Pendidikan Tinggi

Dua tahun kemudian, pada tahun 1993, beliau mendirikan La Tansa Mashiro sebagai lembaga pendidikan tinggi yang menaungi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Sekolah Tinggi Agama Islam.

Pendirian lembaga ini bertujuan agar santri dan alumni pesantren memiliki kesinambungan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi dalam satu sistem pendidikan yang terpadu.

Selain itu, beliau juga mendirikan Pondok Pesantren Sakinah La Lahwa di wilayah Citeureup, Pandeglang, sebagai bagian dari perluasan dakwah dan pengabdian pendidikan kepada masyarakat.

Keteladanan dan Wafat

Sepanjang hidupnya, KH. Ahmad Rifa’i Arief dikenal sebagai tokoh pendidikan yang gigih, sabar, dan visioner. Beliau tidak hanya membangun lembaga pendidikan, tetapi juga menanamkan nilai keikhlasan, kemandirian, dan tanggung jawab dalam setiap aspek perjuangannya.

Beliau wafat pada 16 Juni 1997 dalam keadaan khidmat dan penuh pengabdian, meninggalkan warisan besar berupa lembaga-lembaga pendidikan yang hingga kini terus berkembang dan melahirkan generasi muslim yang berilmu dan bertakwa.